Sempat Kabur Dari Lapas, Warga Binaan Lapas Parepare Kembali Digelandang Oleh Resmob

PAREPARE, Refortase.com – Resmob dan Petugas Lapas Kelas IIA Parepare berhasil menangkap Heri Bin Herman narapidana kasus pelanggaran perlindungan anak yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare dalam kurang waktu dari 2 X 24 Jam.

Berkat kerja keras kepolisian Polres Parepare dan anggotanya, Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Totok Budiyanto memberikan Apresiasi. Totok menjelaskan Heri Bin Herman ditangkap dalam pelariannya selama hampir dua hari di Desa Kupa, Kabupaten Baru, Selasa, 30 Januari 2024, sekitar pukul 23.00 malam tadi.

Totok Budiyanto tak menampik jika pelarian dari narapidana ini cukup rumit dan sulit karena selalu berpindah-pindah tempat bahkan tidak kooperatif. Atas perbuatannya, kata Totok, Lapas II Parepare akan memberikan sanksi berat berupa tidak mendapatkan remisi selama tahun 2024 juga akan ditingkatkan pembinaannya ke Lapas Kelas I Makassar.

Sebelumnya, Pelarian Heri sempat di sebarkan di Media Online dan meminta Heri kooperatif menyerahkan diri dan akan diberikan kesempatan untuk menjalankan pembinaan di Lapas IIA Parepare serta sanksi berat akan dipertimbangkan. “Namun Heri tidak menghiraukan kabar tersebut. Akhirnya pihak kepolisian bertindak cepat,”Ujar Totok.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Unit RESMOB Polres Parepare yang dipimpin langsung oleh Kasat reskrim polres parepare IPTU Setiawan Sunarto, S.Tr.K. S.I.K. dan KA. KPLP Lapas IIA Parepare Dedy Sutaryadi R, Amd.IP, SH, MH beserta tim perihal keberhasilan dalam penangkapan narapidana Heri Bin Herman,” katanya lagi.

Ucapan terima kasih juga untuk sahabat pena saya rekan-rekan media massa yang telah memberikan edukasi informasi positif kepada masyarakat selama ini. Berkat informasi tersebut dapat mempersempit ruang gerak Narapidana Heri Bin Herman untuk lebih jauh lagi.

“Bagaimanapun Narapidana An Heri Bin Herman adalah anak binaan kami tetap akan kami berikan pelayanan dan perawatan dengan sebaik mungkin. Tidak ada kemarahan dan kekecewaan kami selaku orang tua di Lapas IIA Parepare. Insya Allah kami bekerja secara profesional dengan mengedepankan kemanusiaan.” Tutupnya.

Pos terkait